Anak-anak Papua Mencari Pekerjaan di Tanahnya Sendiri dengan Skema 80% dan 20% di Papua Barat Daya

Dokumentasi: istimewa Pancaker OAP Papua Barat daya.

Sorong, 4 Agustus 2026 – Kabut pagi menyelimuti Tanah Malamoi dengan keheningan yang menyapa Kota Sorong, tempat masyarakat menggantungkan harapan dan masa depan.

Kota Sorong merupakan pusat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Papua Barat Daya. Berbagai sektor usaha, mulai dari perusahaan, pusat perbelanjaan, toko, hingga supermarket, terus berkembang dan menjadi tujuan para pencari kerja dari berbagai daerah.

Di balik geliat pembangunan tersebut, terdapat perjuangan panjang yang dialami oleh para pencari kerja Orang Asli Papua (OAP). Dengan membawa harapan besar, mereka berusaha mendapatkan kesempatan bekerja agar dapat memenuhi kebutuhan hidup dan menafkahi keluarga.

Ratusan pencari kerja OAP terlihat mendatangi Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Sorong untuk mengikuti proses pemeriksaan berkas dan psikotes dalam rekrutmen yang diselenggarakan oleh PT Matahari Tbk yang beroperasi di kawasan Reklamasi Kota Sorong.

Kawasan Reklamasi Kota Sorong saat ini menjadi salah satu pusat kegiatan ekonomi dan investasi di Papua Barat Daya. Kehadiran berbagai perusahaan diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya Orang Asli Papua.

Para pencari kerja OAP berasal dari satu kota dan lima kabupaten di Provinsi Papua Barat Daya. Mereka datang dengan harapan dapat diterima bekerja di perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di Kota Sorong sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.

Di sisi lain, masih banyak anak-anak Papua yang mengaku harus berjuang keras untuk memperoleh pekerjaan di tanah kelahiran mereka sendiri. Kondisi ini menjadi perhatian berbagai pihak agar kesempatan kerja bagi masyarakat lokal dapat semakin terbuka dan memberikan manfaat yang adil bagi pembangunan daerah.

Harapan masyarakat Papua adalah agar investasi yang masuk ke Papua Barat Daya tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menghadirkan kesempatan kerja yang lebih besar bagi Orang Asli Papua sesuai dengan ketentuan dan kebijakan ketenagakerjaan yang berlaku. (Y.S)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sampah, Kesadaran, dan Tanggung Jawab Bersama

RSUD Sele Be Solu Ungkap Kondisi Tiga Korban Insiden Penembakan Maybrat, Hasil Visum Diserahkan kepada Polisi

Aksi Demonstrasi Spontan CPNS Formasi 2024