Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2026

RSUD Sele Be Solu Ungkap Kondisi Tiga Korban Insiden Penembakan Maybrat, Hasil Visum Diserahkan kepada Polisi

Gambar
             Dulumentasi : Istimewa  SORONG, 18 Agustus 2026 — Tiga warga sipil yang menjadi korban insiden di wilayah Kabupaten Maybrat menjalani penanganan medis dan operasi emergensi di RSUD Sele Be Solu Kota Sorong. Setelah empat hari mendapat perawatan, kondisi ketiganya dilaporkan stabil dan memasuki tahap pemulihan. Ketiga pasien masing-masing berinisial SA (25), AF (47), dan SS (66). Mereka tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sele Be Solu pada Kamis, 14 Agustus 2026 sekitar pukul 20.15 WIT setelah sebelumnya dirujuk dari RSUD Pratama Maybrat. Direktur RSUD Sele Be Solu Kota Sorong, drg. Susi Petronela Djitmau, MPH, mengatakan tim medis langsung melakukan penanganan kegawatdaruratan setelah ketiga pasien tiba di rumah sakit. “Begitu pasien tiba, tim medis langsung bergerak melakukan penanganan kegawatdaruratan sesuai standar pelayanan medis,” kata Susi dalam keterangannya, Selasa (18/8/2026). Pemeriksaan yang dilakukan me...

Stevanus Sasior Desak Pengungkapan Independen Insiden Tiga Warga di Maybrat

Gambar
Dukumentasi : Istimewa  Sukabumi, 17 Agustus 2026 — Aktivis Mahasiswa Papua, Stevanus Sasior, mendesak agar insiden yang menimpa tiga warga di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, diungkap secara transparan dan melalui pemeriksaan yang independen. Sasior menyoroti adanya perbedaan keterangan mengenai penyebab luka yang dialami tiga korban, yakni Silvester Assem, Selfiana Sory, dan Anike Fatie. Ketiganya dilaporkan mengalami luka dan telah mendapatkan perawatan di RSUD Sele Be Solu, Kota Sorong. Sebelumnya, Anggota DPR Papua Barat Daya Willem Assem menyampaikan bahwa ketiga korban merupakan warga sipil dan menyebut mereka mengalami luka akibat tembakan. Di sisi lain, pada 16 Agustus 2026, Kapendam XVIII/Kasuari Kolonel Inf. Daniel Panusuan Manalu menyampaikan bahwa berdasarkan analisis sementara, luka yang dialami para korban diduga bukan akibat tembakan, melainkan senjata tajam. Menurut Stevanus Sasior, perbedaan keterangan tersebut harus dijawab melalui pemeriksaan dan...

Ferry Onim Bersama Masyarakat Adat Bedare Tegas Menolak Rencana Perkebunan Tebu dan Sagu

Gambar
Dokumentasi: Istimewa. Sorong, Papua Barat Daya — 15 Agustus 2026 Advokat Papua Ferry Onim, S.H. bersama masyarakat hukum adat Kampung Bedare, Distrik Metemani, Kabupaten Sorong Selatan, menyatakan penolakan terhadap rencana pemberian izin maupun aktivitas perkebunan tebu dan sagu di wilayah adat Kampung Bedare. Ferry Onim menegaskan bahwa masyarakat adat tidak ingin hutan dan wilayah adat yang selama ini menjadi sumber kehidupan serta memiliki nilai historis bagi masyarakat Bedare mengalami kerusakan akibat kepentingan investasi. Menurut Onim, masyarakat adat memiliki hak untuk menjaga dan mempertahankan wilayah adatnya serta menggantungkan kehidupan dari sumber daya alam yang tersedia secara alami. Karena itu, setiap rencana pemanfaatan wilayah adat, menurut dia, harus menghormati hak dan persetujuan masyarakat adat. “Kami bersama seluruh masyarakat adat berkomitmen untuk tetap menjaga wilayah adat tanpa harus ada kerusakan hutan adat. Biarkan hutan kami tetap...

Mahasiswa Papua Kota Studi Sukabumi Kecam Penembakan Warga Sipil di Maybrat, Desak Investigasi Independen

Gambar
Dokumentasi: Istimewa Sukabumi  SUKABUMI, JAWA BARAT — Mahasiswa Papua Kota Studi Sukabumi yang tergabung dalam sejumlah organisasi dan paguyuban kedaerahan, yakni IPMMS, IKMP, IMARAJA, IPMAMO, dan IMT, menyampaikan pernyataan sikap terkait dugaan penembakan terhadap masyarakat sipil di Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya, tepatnya di Dusun Ainot, Kali Kamundan.sabtu, 15 Agustus 2026. Dalam pernyataan sikap tersebut, mahasiswa mengecam dan mengutuk segala bentuk kekerasan terhadap masyarakat sipil. Mereka juga menyampaikan keprihatinan serta solidaritas kepada tiga korban yang disebut dalam pernyataan, yakni Silvester Assem, Anike Fatie, dan Selfiana Sori, beserta keluarga yang terdampak. Mahasiswa menilai kasus tersebut harus diusut secara serius, transparan, dan menyeluruh. Mereka mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk memastikan fakta serta kronologi kejadian berdasarkan hasil investigasi yang dapat dipertanggungjawabkan. 15 Poin Tunt...

GMKI Sorong Selatan Desak Investigasi Independen dan Transparan penembakan warga sispi di Aifat kabupaten Maybrat

Gambar
Dokumentasi: Istimewa Ketua GMKI Sorong Selatan  SORONG SELATAN, PAPUA BARAT DAYA — Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Sorong Selatan menyatakan keprihatinan mendalam atas dugaan penembakan terhadap warga sipil yang dilaporkan terjadi di Kampung Ainot, Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Sabtu, 15 Agustus 2026. Ketua GMKI Sorong Selatan gofon Arky lemauk, menilai setiap dugaan kekerasan terhadap masyarakat sipil harus menjadi perhatian serius negara. Informasi mengenai adanya warga yang menjadi korban penembakan tidak boleh dibiarkan tanpa kejelasan, apalagi apabila tindakan tersebut diduga melibatkan aparat keamanan. Sebelumnya, PMKRI Cabang Sorong St. Agustinus juga mengecam dugaan penembakan tersebut dan menyebut lima warga menjadi korban. PMKRI meminta pimpinan TNI dan Polri memberikan penjelasan serta memastikan adanya pertanggungjawaban apabila hasil penyelidikan membuktikan keterlibatan personel dalam insiden tersebut. G...

Advokat Ferry Onim Desak Pimpinan MRP PBD Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Pelecehan Profesi Advokat

Gambar
KOTA SORONG, Senin, 10 Agustus 2026 — Advokat Ferry Onim, S.H., mendesak pimpinan dan seluruh unsur pimpinan Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat Daya (MRP PBD) segera menindaklanjuti laporan terkait dugaan pelecehan terhadap profesi advokat yang diduga dilakukan oleh salah satu oknum anggota MRP PBD melalui media sosial. Ferry Onim menilai, pernyataan yang memuat kalimat “pengacara bodok” tersebut patut menjadi perhatian serius, terlebih pernyataan itu disampaikan oleh seseorang yang berstatus sebagai pejabat publik. Menurutnya, seorang pejabat publik semestinya mampu menjaga etika, kehormatan lembaga, serta menghormati profesi hukum. “Kalimat tersebut tidak menunjuk kepada oknum pengacara tertentu, tidak mencantumkan nama maupun inisial. Karena disampaikan secara umum dengan menyebut ‘pengacara bodok’, maka pernyataan itu berpotensi dipahami sebagai bentuk generalisasi terhadap profesi advokat,” tegas Ferry Onim. Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak semata-ma...

Advokat Ferry Onim Laporkan Dugaan Penghinaan terhadap Profesi Advokat dan Perempuan Papua ke MRP Papua Barat Daya

Gambar
        Dukumentasi : Istimewa Sorong, 7 Agustus 2026 – Advokat Ferry Onim, S.H., mendatangi Kantor Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Barat Daya untuk menyampaikan laporan terkait dugaan penghinaan terhadap profesi advokat dan perempuan Papua yang diduga dilakukan oleh seorang oknum berinisial SK . Dalam laporannya, Ferry Onim menyampaikan bahwa unggahan yang diduga dibuat oleh oknum tersebut di media sosial dinilai mengandung kalimat yang merendahkan profesi advokat secara umum, serta dianggap menyinggung martabat perempuan Papua. Ferry berharap MRP Papua Barat Daya dapat memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut sesuai dengan tugas dan kewenangannya sebagai lembaga representasi kultur Orang Asli Papua, khususnya dalam melindungi harkat dan martabat masyarakat Papua. "Kami datang untuk menyampaikan laporan secara resmi agar persoalan ini dapat ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku. Kami berharap setiap pihak dapat sali...

Jelang HUT ke-23 Kabupaten Sorong Selatan, Tim 13 Pejuang Mengaku Masih Terus Dijanjikan

Gambar
Dukumentasi: istimewa Marhten Thesia Tim 13 Sorong Selatan.  Teminabuan, Papua Barat Daya, – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Sorong Selatan, Tim 13 Pejuang Kabupaten Sorong Selatan menyampaikan kekecewaan mereka kepada Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan. Mereka menilai perhatian terhadap para pejuang pemekaran daerah hingga kini belum terealisasi, meski berbagai janji kerap disampaikan setiap momentum peringatan HUT.selasa, 5/8/2026. Marten Thesia, anggota Tim 13 sekaligus Ketua LMA Kabupaten Sorong Selatan, mengatakan bahwa sejak awal perjuangan pembentukan Kabupaten Sorong Selatan, Tim 13 berada di garis terdepan bersama para tokoh adat dan masyarakat untuk memperjuangkan lahirnya daerah tersebut. "Sejak awal berdirinya kabupaten ini, kami hadir sebagai garda terdepan. Kami ikut berjuang dan ikut membangun dari nol. Namun sampai hari ini belum ada perhatian nyata dari Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan kepada kami, para pejuang Tim 13 ya...

Anak-anak Papua Mencari Pekerjaan di Tanahnya Sendiri dengan Skema 80% dan 20% di Papua Barat Daya

Gambar
Dokumentasi: istimewa Pancaker OAP Papua Barat daya. Sorong, 4 Agustus 2026 – Kabut pagi menyelimuti Tanah Malamoi dengan keheningan yang menyapa Kota Sorong, tempat masyarakat menggantungkan harapan dan masa depan. Kota Sorong merupakan pusat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Papua Barat Daya. Berbagai sektor usaha, mulai dari perusahaan, pusat perbelanjaan, toko, hingga supermarket, terus berkembang dan menjadi tujuan para pencari kerja dari berbagai daerah. Di balik geliat pembangunan tersebut, terdapat perjuangan panjang yang dialami oleh para pencari kerja Orang Asli Papua (OAP). Dengan membawa harapan besar, mereka berusaha mendapatkan kesempatan bekerja agar dapat memenuhi kebutuhan hidup dan menafkahi keluarga. Ratusan pencari kerja OAP terlihat mendatangi Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Sorong untuk mengikuti proses pemeriksaan berkas dan psikotes dalam rekrutmen yang diselenggarakan oleh PT Matahari Tbk yang beroperasi di kawasan Reklamasi Kota Sorong. Kawasan Reklam...

Kantor Dinas Tenaga Kerja Didatangi Pencari Kerja di Papua Barat Daya

Gambar
Dukumentasi : Istimewa Pencaker OAP  Sorong, Papua Barat Daya – Sejumlah pencari kerja (pencaker) mendatangi Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, pada Rabu (5/8/2026), untuk mengikuti proses penerimaan tenaga kerja yang bekerja sama dengan PT Matahari Tbk. Salah seorang pencari kerja yang enggan disebutkan namanya mengaku mengapresiasi Forum Pencari Kerja Orang Asli Papua (OAP) yang telah membantu memfasilitasi para pencari kerja, khususnya anak-anak Papua yang masih menganggur, sehingga dapat mengikuti proses rekrutmen yang diselenggarakan PT Matahari Tbk bersama Dinas Tenaga Kerja Kota Sorong. Menurutnya, proses verifikasi berkas lamaran dilakukan pada 4–5 Agustus 2026 sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh perusahaan. Ia mengatakan jumlah pencari kerja di Kota Sorong terus bertambah, sementara peluang kerja masih sangat terbatas. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah. "Apabila pemerintah k...

Membangun Masa Depan di Tengah Tantangan: Asa dari Pelatihan Komputer di Saifi

Gambar
​Saifi, 9 Oktober 2025. ​Pagi yang indah mempesona di ujung Tanjung Kampung Tirwanggo, alam semesta menyambut kita dengan segala kekayaannya. Di pagi hari ini, hiruk pikuk kehidupan perlahan dimulai. Muda-mudi dan orang tua satu per satu meninggalkan kediaman mereka, membawa peralatan kerja, sebagian menuju laut, sebagian lagi ke hutan. ​Waktu menunjukkan pukul 09.00 pagi waktu Papua. Sejumlah anak muda mulai bergerak, bersemangat untuk mengikuti Pelatihan Komputer yang diselenggarakan oleh Yayasan Bengkel Kerja Papua. Pelatihan ini direncanakan berlangsung kurang lebih sepuluh hari. ​Perjalanan yang ditempuh mungkin kurang mulus kondisi jalanan yang belum memadai namun hal ini sama sekali tidak membatasi semangat belajar.  Baik bapak, ibu, maupun anak-anak muda ini, semua hadir dengan tekad untuk mengubah pola pikir melalui penguasaan keterampilan komputer. ​Mereka menyadari bahwa perkembangan zaman menuntut adaptasi. Kini, hampir semua pekerjaan melibatkan penggunaan ...

Advokat Ferry Onim Desak Kejaksaan Periksa Bupati dan Banggar DPRD Sorong Selatan Terkait Pinjaman Rp110 Miliar

Gambar
Dokumentasi: Istimewa Ferry Onim.,SH Sorong, Papua Barat Daya, 3 Agustus 2026 – Advokat Ferry Onim, S.H., mendesak Kejaksaan Negeri Sorong, Kejaksaan Tinggi Papua Barat, BPKP, KPK, serta aparat penegak hukum lainnya untuk segera memanggil dan memeriksa Bupati Sorong Selatan, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Sorong Selatan, serta Kepala Badan Keuangan Daerah terkait pinjaman daerah senilai Rp110 miliar. Menurut Ferry Onim, penanganan perkara tersebut tidak boleh berlarut-larut karena dikhawatirkan dapat menghambat proses pengungkapan penggunaan anggaran dan pertanggungjawaban keuangan daerah. "Kami meminta aparat penegak hukum segera melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab agar masyarakat memperoleh kejelasan mengenai penggunaan dana pinjaman tersebut," ujar Ferry Onim kepada media melalui pesan WhatsApp, Senin (3/8/2026). Ferry menilai masyarakat hingga kini belum merasakan manfaat nyata dari pinjaman daerah tersebut. Menurutnya, p...

Ada Dugaan Pemotongan Gaji ke-13 ASN Sorong Selatan, Advokat Ferry Onim Minta Aparat Lakukan Klarifikasi dan Pemeriksaan

Gambar
Dokumentasi: Istimewa Ferry Onim.,SH Sorong, Papua Barat Daya, Senin (3/8/2026) – Advokat Ferry Onim, S.H., menyampaikan dugaan adanya rencana pemotongan gaji ke-13 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Sorong Selatan. Menurutnya, informasi tersebut perlu segera diklarifikasi oleh Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan agar tidak menimbulkan keresahan di kalangan ASN. Ferry Onim mempertanyakan apakah dugaan pemotongan tersebut berkaitan dengan pendanaan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus atau untuk kebutuhan anggaran lainnya. Ia menegaskan bahwa hingga kini hal tersebut masih berupa dugaan yang perlu dijelaskan oleh pihak terkait. "ASN baru saja menerima hak mereka. Jika benar ada rencana pemotongan gaji ke-13, tentu harus dijelaskan dasar hukumnya kepada seluruh ASN," ujar Ferry Onim. Selain itu, Ferry Onim meminta aparat penegak hukum, termasuk Kejaksaan Negeri Sorong, untuk menelusuri apabila terdapat dugaan penyimpangan dalam p...

Advokat Ferry Onim, SH Pertanyakan Peran Inspektorat Sorong Selatan dalam Penanganan Kasus Koperasi Dana Desa

Gambar
Dokumentasi: istimewa  Teminabuan, 3 Agustus 2026 – Advokat Ferry Onim, SH mempertanyakan peran Inspektorat Kabupaten Sorong Selatan dalam melakukan pengawasan terhadap pengelolaan dana desa, khususnya terkait dugaan penyimpangan dalam kasus koperasi dana desa di sejumlah kampung di Kabupaten Sorong Selatan. Menurut Ferry Onim, fungsi pengawasan Inspektorat dinilai belum berjalan secara optimal sehingga dugaan penyalahgunaan dana desa oleh oknum kepala kampung dapat terjadi. "Dalam kasus koperasi dana desa di Kabupaten Sorong Selatan, kami menilai fungsi kontrol Inspektorat belum berjalan dengan baik terhadap pengelolaan dana desa," ujar Ferry Onim, Senin (3/8/2026). Berdasarkan pantauan Media melanesiapost, masih terdapat keluhan dari masyarakat di sejumlah kampung yang menyatakan belum merasakan manfaat pembangunan maupun program yang bersumber dari anggaran kampung. Dugaan tersebut, menurut laporan masyarakat, berkaitan dengan pengelolaan dana kampung yang tida...

Jalan Moswaren–Teminabuan Kian Memprihatinkan, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak

Gambar
Dokumentasi: Istimewa  Teminabuan, 3 Agustus 2026 – Kondisi ruas jalan yang menghubungkan Distrik Moswaren dengan Teminabuan, ibu kota Kabupaten Sorong Selatan, dinilai semakin memprihatinkan. Masyarakat mengeluhkan kerusakan jalan yang hingga kini belum mendapat penanganan serius dari Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan maupun Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya. Moswaren dikenal sebagai salah satu kawasan yang masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN) di bidang ketahanan pangan. Namun, warga mempertanyakan sejauh mana program tersebut memberikan manfaat apabila infrastruktur jalan sebagai jalur utama distribusi hasil pertanian masih dalam kondisi rusak. "Bagaimana hasil pertanian dapat diangkut dengan baik jika akses jalannya rusak? Moswaren disebut sebagai lumbung pangan, tetapi jalan menuju wilayah tersebut belum juga diperbaiki," ujar salah seorang warga. Berdasarkan pantauan masyarakat, kerusakan jalan menyebabkan perjalanan dari Moswaren menuju Teminabu...