Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

Sampah Pasar dan TPA Tak Terurus, Tata Kelola Lingkungan Sorong Selatan Disorot

Gambar
Teminabuan— Persoalan pengelolaan sampah di Kabupaten Sorong Selatan kembali menjadi sorotan.  Tumpukan sampah yang tidak tertata di Pasar Kajase dan Pasar Ampera, serta kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang belum dikelola secara optimal, mencerminkan lemahnya tata kelola lingkungan dan layanan dasar pemerintah daerah. Pantauan di dua pasar rakyat tersebut menunjukkan sampah sisa aktivitas perdagangan menumpuk di sejumlah titik, termasuk di sekitar lapak pedagang dan saluran drainase. Pengangkutan sampah tidak dilakukan secara rutin.  Sejumlah pedagang mengaku kerap membersihkan area jualannya secara mandiri, namun keterbatasan sarana membuat sampah kembali menumpuk dalam waktu singkat. Kondisi serupa terlihat di TPA Kabupaten Sorong Selatan.  Area pembuangan tampak tidak tertata dengan sistem pengelolaan yang jelas, tanpa pemilahan maupun pengolahan lanjutan.  Minimnya fasilitas pendukung menimbulkan kekhawatiran akan risiko pencemaran lingkungan da...

Pembayaran Emas Kawin oleh Pihak Laki-laki ke Perempuan

Gambar
Filososfi Pembayaran Emas Kawin Dari Pihak Laki-laki Ke Pihak Perempuannya Walaupun banyak hal yg terjadi  setelah ada dalam kehidupan rumah tangga,orang tua yg sayang sama anak perempuannya akan berpesan kalau saya punya anak sudh tidak baik bawa pulang dia kembali k saya krn saya tidak jual dia. tepi tolong jaga dia sama seperti saya jaga dia..kalau de salah jangan pukul dia tp kasi tahu saya  nnt saya yg ajar dia. intinya emaskawin bukan sebagai objek penindasan bagi perempuan karena semua harta yang diberikan tidak akan menyamai kehadiran seorang perempuan didalam keluarga yang akan memberikan  keturunan dan menjadi bagian dalam kehidupan pihak laki-laki Pembayaran Emas Kawin dalam adalah bentuk penghormatan dan tanggung jawab dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan, khususnya kepada keluarga pihak perempuan. Ini merupakan bagian dari proses adat yang menandakan bahwa hubungan kedua keluarga telah sah dan diakui menurut adat.Fungsi dan Makn...

Refleksi Akhir Tahun: Suara dari Susumuk

Gambar
​Pagi itu, matahari mulai menyapa jagat raya dengan jemari sinarnya, membelai lembah dan hutan di Kampung Susumuk, Distrik Aifat, dengan kehangatan yang memberi nafas bagi kehidupan. Burung-burung berkicau dalam simfoni alam Papua yang murni, sementara angin bertiup kencang hingga dedaunan menari gemulai. Semesta di Kabupaten Maybrat ini seolah sedang menaikkan hymne syukur kepada Sang Pencipta yang telah menjaga tanah ini hingga detik ini. ​Lagu-lagu Natal mulai menggema di setiap sudut kampung, menjadi melodi pujian bagi Tuhan Yesus yang telah menyertai langkah masyarakat dari bulan pertama hingga penghujung tahun. Saat ini, jarum jam menunjukkan pukul 09.30 WIT, Rabu, 31 Desember 2025. Kita berada di bulan kudus, merayakan kelahiran Sang Juru Selamat di kandang yang hina sebuah simbol agung tentang kerendahan hati dan kesetaraan bagi seluruh umat manusia. ​Ilusi Kelas dan Keserakahan Dunia ​Namun, di tengah kedamaian Provinsi Papua Barat Daya, realita pahit m...

Menanti Fajar Pariwisata di "Kabupaten 1001 Sungai"

Gambar
​Teminabuan, 5 Januari 2026 – Matahari siang itu bersinar terik, membasuh Tanah Tehit dengan cahaya keemasan. Kabupaten Sorong Selatan, yang masyhur dengan julukan "Kabupaten 1001 Sungai", menyimpan pesona alam yang luar biasa. Sayangnya, permata hijau ini seolah terlupakan dan luput dari pandangan Dinas Pariwisata setempat. ​Sungai Sembra: Potensi yang Terabaikan ​Salah satu primadona yang merana adalah Wisata Sungai Sembra. Hingga hari ini, pengelolaan sungai tersebut masih jauh dari sentuhan pemerintah. Mulai dari tata kelola kawasan, ketersediaan spot foto, hingga fasilitas hiburan, semuanya masih dikelola secara mandiri oleh masyarakat pemilik ulayat dengan keterbatasan apa adanya. ​Marga Srefle, selaku pemilik hak ulayat, sangat mengharapkan perhatian nyata dari Pemerintah Daerah. Mereka memimpikan pembangunan homestay dan fasilitas penunjang lainnya agar wisatawan merasa nyaman. ​Tak hanya soal infrastruktur, Marga Srefle juga menitipkan harapan...

Teminabuan dalam Cengkeraman Kelompok Tak Bernyawa

Gambar
​Teminabuan, 6 Januari 2025 Kabut pagi turun menyelimuti hamparan hutan adat yang agung. Di Tanah Tehit, tempat sejuta suku dan bahasa bernaung, kini terasa ada jiwa-jiwa yang terasing di atas tanahnya sendiri. Dalam keheningan kabut itu, terselip sebuah tanya yang lirih: dari manakah datangnya pertolongan bagi penderitaan masyarakat adat di Kabupaten Sorong Selatan ini? ​Teminabuan, Saifi, Konda, dan Moswaren kini berada dalam bayang-bayang ancaman. Deforestasi mengintai, dibawa oleh tangan-tangan korporasi yang datang hanya untuk mengeruk hasil dari rahim tiga suku besar di wilayah ini. ​Suara-suara penolakan terus menggema. Bagi masyarakat adat, tanah bukanlah sekadar komoditas; tanah adalah Ibu. Merusak tanah adat berarti merusak sumber kehidupan yang mengaliri nadi masyarakat di Distrik Saifi, Teminabuan, Konda, dan Moswaren. ​Masyarakat adat Teminabuan telah berikrar: hingga titik darah penghabisan, mereka akan menjaga tanah warisan. Mereka menolak tunduk pada bujuk r...